Metode Pembelajaran Bagi Anak Tuna Laras

Metode pembelajarannya adalah :
1. Pendampingan dengan satu atau dua guru pada setiap siswa. Maksud dari metode ini adalah pendampingan dari guru dan guru tersebut dapat berasal dari pihak keluarga. Sehingga peran dari orangtua sangat dituntut dan berperan penting dalam pembentukan karakter anak dan pendidikan yang diperolehnya.
2. Mengemas metode pendidikan dengan permainan yang menyenangkan dan tanpa adanya paksaan.
3. Memberikan ruang yang cukup dan memadai untuk mengekspresikan keinginan atau emosi anak.


sumber : Hartati , Polikteknik Seni Yogyakarta

Media pembelajaran

Merupakan perantara komunikasi antara guru dan murid yang disesuaikan dengan kebutuhan artinya bahwa proses belajar mengajar di SLB, penggunaan media sangat penting sekali terhadap keberhasilan belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) .

Alasan mengapa media penting bagi ABK :

1. Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang mengalami gangguan/kerusakan fisik dan psihis sehingga mengganggu aktifitas kehidupannya.
2. Keterbatasan anak berkebutuhan khusus dalam gangguan/kerusakan itu menjadikan mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses semua aktifitas baik fisik atau psihis.
3. Dengan demikian pemanfaatan alat bantu/media dalam pembelajaran bisa membantu anak berkebutuhan khusus mengoptimalkan kemampuannya.

Klasifikasi Media Pembelajaran :
1. Media audio : menghasilkan bunyi suara. Mis : kaset, tape recorder, radio
2. Media visual ; dapat memperlihatkan rupa dan bentuk
a. dua dimensi –non transparansi gambar
-transparansi slide, film, lembar tranfaransi
b. Tiga Dimensi : model benda sebenarnya

Pengelompokan media oleh Leshin, Pollock & Reigeluth dalam Arsyad, (2006:36) :

(1) media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main-peran, kegiatan kelompok, field-trap).
(2) media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (zvorkbook), alat bantu kerja, dan lembaran lepas);
(3) media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide)
(4) media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi); dan
(5) media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext).

diakses dari : file.upi.edu/Direktori/FIP/.../MEDIA_PEMBELAJARAN.pdf

0 komentar:

Poskan Komentar

Metode Pembelajaran Bagi Anak Tuna Laras

Metode pembelajarannya adalah :
1. Pendampingan dengan satu atau dua guru pada setiap siswa. Maksud dari metode ini adalah pendampingan dari guru dan guru tersebut dapat berasal dari pihak keluarga. Sehingga peran dari orangtua sangat dituntut dan berperan penting dalam pembentukan karakter anak dan pendidikan yang diperolehnya.
2. Mengemas metode pendidikan dengan permainan yang menyenangkan dan tanpa adanya paksaan.
3. Memberikan ruang yang cukup dan memadai untuk mengekspresikan keinginan atau emosi anak.


sumber : Hartati , Polikteknik Seni Yogyakarta

Media pembelajaran

Merupakan perantara komunikasi antara guru dan murid yang disesuaikan dengan kebutuhan artinya bahwa proses belajar mengajar di SLB, penggunaan media sangat penting sekali terhadap keberhasilan belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) .

Alasan mengapa media penting bagi ABK :

1. Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang mengalami gangguan/kerusakan fisik dan psihis sehingga mengganggu aktifitas kehidupannya.
2. Keterbatasan anak berkebutuhan khusus dalam gangguan/kerusakan itu menjadikan mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses semua aktifitas baik fisik atau psihis.
3. Dengan demikian pemanfaatan alat bantu/media dalam pembelajaran bisa membantu anak berkebutuhan khusus mengoptimalkan kemampuannya.

Klasifikasi Media Pembelajaran :
1. Media audio : menghasilkan bunyi suara. Mis : kaset, tape recorder, radio
2. Media visual ; dapat memperlihatkan rupa dan bentuk
a. dua dimensi –non transparansi gambar
-transparansi slide, film, lembar tranfaransi
b. Tiga Dimensi : model benda sebenarnya

Pengelompokan media oleh Leshin, Pollock & Reigeluth dalam Arsyad, (2006:36) :

(1) media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main-peran, kegiatan kelompok, field-trap).
(2) media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (zvorkbook), alat bantu kerja, dan lembaran lepas);
(3) media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide)
(4) media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi); dan
(5) media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext).

diakses dari : file.upi.edu/Direktori/FIP/.../MEDIA_PEMBELAJARAN.pdf

0 komentar:

Poskan Komentar